LAM Apresiasi Prestasi Rudi Sebagai Asia Best Mayor of The Year 2019

0
153

HUMAS PEMKO BATAM- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam menggelar acara Pemasyhuran Dato’ Setia Amanah “Penganugerahan” Best Walikota Innovation Metropolitan 2019 dan Asia Best Mayor of The Year 2019, Selasa (13/8) malam di Gedung LAM Batamcenter. Pemasyhuran ini ditandai dengan warkah pemasyhuran oleh Sekretaris Umum LAM Kota Batam, YM. H. Raje Muhammad Amin.

Berikut naskah warkah pemasyhuran “LAM Kota Batam, Provinsi Kepri penuh rasa syukur , memasyhurkan anugerah yang diterime Walikota Batam Dato’ Setie Amanah H Muhammad Rudi sebagai Asia Best of The Best  Mayor 2019 yang diberikan oleh Asia Global Council dan Seven Media Asia pada tanggal 26 Juli 2019. Rasa syukur juga dimasyhurkan atas anugerah lain yang diterima Walikota Batam sepanjang mengemban amanah sebagai Walikota Batam”.

Selanjutnya juga dilakukan prosesi tepung tawar kepada Walikota Batam sebagai bentuk rasa syukur. Dimulai dari Ketua  LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak, Ketua Umum LAM Kota Batam, Nyat Kadir diikuti tamu undangan lainnya memberi tepuk tepung tawar kepada Walikota.

Ketua LAM Kota Batam Dato’ Sri Setia Amanah Nyat Kadir mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai rasa syukur dan penghargaan atas capaian Muhammad Rudi dengan waktu yang relatif singkat, yakni 3,5 tahun.

Capaian Rudi ia sampaikan dalam dua bait pantun. “Apa tanda si pohon jati, batangnya besar di dalam rimba, apa tanda Dato’ Muhamamd Rudi mendapatkan gelar walikota terbaik indonesia. “Apa tanda si bunga melati, bunganya mekar diwaktu senja. Apa tanda Dato’ Muhammad Rudi, mendapat gelar walikota terbaik asia”.

“Gelar Dato’ Setia Amanah adalah gelar beban. Dan itu telah dilakukan oleh beliau, sehingga mencapai prestasi yang saya sebutkan tadi,” kata Nyat.

Selain itu, Rudi disebutkan telah menjalankan tunjuk ajar melayu. Didalamnya tertuang dengan jelas acuan dasar bagi seorang pemimpin. “Jika ada kekurangan, wajar sebagai manusia, dan tugas beliau (Rudi) akan memenuhi itu. Kita berikan saran sesuai etika Melayu,” ucap dia.

Wali Kota Batam Dato’ Setia Amanah Muhammad Rudi mengaku terharu atas acara tersebut, penghargaan yang disematkan pada dirinya bukanlah capaian pribadi. Menurut dia, merupakan kerja bersama. Seperti tidak lepas dari dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam.

Ia mengungkapkan, saat dirinya mencalonkan diri sebagai walikota pada 2015 lalu, dengan mengandeng Amsakar Achmad, telah berniat akan merubah Kota Batam semakin baik dan hal ini tertuang dalam visi misinya. Gayung bersambut, selama bertugas 3,5 tahun bersama Amsakar Achmad, telah memboyong 63 penghargaan.

“Salah satunya, saya meneruskan visi misi pak Nyat, bahwa Batam akan jadi kota yang modern dan madani. Alhadulillah modern sudah mulai nampak, sementara madani wajib kita realisasikan oleh kita bersama,” imbuhnya.

Ia menilai, jika semua elemen kompak tentu pembangunan Batam akan lebih mudah. Termasuk menanamkan mindset kepada seluruh pegawai Pemko Batam untuk benar-benar optimal bekerja untuk masyarakat. “Saya mau titip, kalau mau bekerja kejujuran dan keikhlasan harus kita tanamkan,” ajak dia.

Ia menilai, bekerja untuk masyarakat dan akhirnya melahirkan berbagai pengakuan bukan tanpa resiko, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Terlebih jika berkaitan dengan politik. Ini ia alami selama lima tahun menjadi wakil walikota dan kini menjabat walikota Batam. Ia berprinsip menjalani kebaikan untuk bersama merupakan tanggungjawab pemimpin.

“Pekerjaan kita belum selesai, ini baru 3,5 tahun. Kalau kiat betul-betul mau sempurna, untuk beberapa bidang, setidaknya butuh 10 tahun,” katanya.

Ia mencontohkan perihal infrastruktur jalan yang kini sedang digenjot pembangunannya tanpa meninggalkan kekhasan Melayu. Terlebih dengan keadaan anggaran yang terbatas, tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Mari kita bangun Batam. Mungkin beberapa waktu lalu kita sama-sama dengar, orang ramai ke Batam. Mereka ingin melihat hebatnya Batam. Padahal yang kita bangun baru 10 persen, apalagi 100 persen, orang akan ramai ke Batam,” pungkasnya.(***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here