Pemprov Sulteng Belajar Transaksi Non Tunai ke Pemko Batam

0
70

HUMAS PEMKO BATAM Walikota Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan kerja Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dipimpin Wakil Gubernur, Rusli Baco Daeng Pallabi, Rabu (4/9) pagi di aula Engku Hamidah Kantor Walikota. Tujuan kunjungan kerja ini dalam rangka Pengembangan Wawasan Transaksi Non Tunai.

Rombongan dari Pemprov Sulteng terdiri dari stad dan tenaga operator (IT) yang menangani pengelolaan keuangan dari masing-masing OPD. Wagub Sulteng, Rusli Baco Daeng Pallabi menyampaikan di Pemprov Sulteng sudah melaksanakan transaksi non tunai. Menurutnya pelaksanaan transaksi non tunai di lembaga yang ia pimpin masih bertahap dan belum sempurna.

“Kami ingin maju sejajar dengan provinsi lainnya di bagian timur. Melalui kunjungan ini tentunya kami berharap ada perubahan terutama dalam penerapan transaksi non tunai untuk diterapkan di tempat kami,” katanya.

Rusli juga mengapresiasi pengelolaan anggaran melalui transaksi non tunai yang ada di Pemko Batam, karena menurutnya sudah seluruh OPD menggunakan transaksi non tunai ini.

“Batam merupakan salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan non tunai. Untuk itu kami datang untuk belajar dengan tujuan lebih transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah,” tutupnya.

Walikota, Muhammad Rudi mengatakan transaksi non tunai di Pemko Batam secara sempurna sudah dimulai sejak 1 Januari 2018. Tansaksi non tunai ini digunakan untuk pendapatan maupun belanja di seluruh OPD Pemko Batam. Termasuk di kawasan hinterland pun transaksi non tunai sudah diterapkan.

“Pemko Batam berbangga dan berterimakasih atas kunjungan kerja yang dilakukan oleh Pak Gubernur beserta rombongan. Kami menjadi contoh oleh KPK termasuk pelayanan terpadu satu pintu, kami juga menjadi percontohan dari Mendagri,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan dalam merencanakan anggaran sistem non tunai ini juga diterapkan mulai dari pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan. Apa-apa yang menjadi usulan kegiatan dalam Musrenbang akan diinput melalui sistem.

“Jadi semuanya sudah menggunakan sistem elektronik. Jika tidak masuk ke dalam sistem maka tidak akan terakomodir apa yang menjadi usulan. Dengan sistem ini menyelamatkan kita semua, karena semua sudah online,” sebut Rudi didampingi Sekdako Batam, Jefridin.

Dalam kesempatan itu Rudi juga menyampaikan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemko Batam. Pembangunan jalan yang dilakukan menurutnya berstandar internasional dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Wisman.

“Kami sedang membangun sektor pariwisata, menarik orang untuk datang berkunjung ke Batam. Salah satunya untuk meningkatkan PAD,” ucapnya.(HP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here