Walikota Cimahi Sebut MPP Batam Jadi Inspirasi Mendirikan MPP di Cimahi

0
263

HUMAS PEMKO BATAM – Walikota Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kota (Pemko) Cimahi, Jumat (16/11) di ruang rapat lantai 5 Kantor Walikota. Rombongan dari Pemko Cimahi dipimpin Walikota Cimahi, Ajay M Priatna. Selain membawa jajaran di lingkungan Pemko Cimahi, Walikota Cimahi juga mengajak serta Rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan GOW Kota Cimahi.

Kunjungan kerja bertujuan untuk melihat dari dekat pelayanan perizinan yang ada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam. Ajay M Priatna mengatakan, Pemko Cimahi baru tahun 2019 akan memulai system perizinan satu pintu melalui MPP. Rencana ini menurutnya sudah mendapat persetujuan dari DPRD Kota Cimahi. Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kondisi geografis Kota Cimahi yang memiliki penduduk berjumlah 600 ribu jiwa.

“Kami akan membuat MPP dan inspirasinya salah satunya MPP di Kota Batam. Sudah menjadi kewajiban untuk mempermudah apa yang menjadi kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Atas sambutan jajaran Pemko Batam, terutama Walikota Batam, Ajay M Priatna menyampaikan ucapan terimakasihnya. Ia bersyukur bisa melakukan kunjungan kerja bersama Forkopimda Kota Cimahi ke Kota Batam. Menurutnya banyak informasi yang perlu digali dari Batam untuk diterapkan di Kota Cimahi. Mengingat Kota Cimahi memiliki penduduk yang terdiri dari beragam suku dan budaya.

“Kota Cimahi ini letaknya di perbatasan. Jadi kalau orang mau ke Jakarta ya melewati kota kami. Lembaga pendidikan juga cukup banyak mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Cimahi merupakan kota bungsu di Provinsi Jawa Barat yang berdiri sejak tahun 2001,” katanya menceritakan latar belakang Kota Cimahi.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi Walikota Cimahi yang telah memilih Batam sebagai tempat belajar. Rudi juga menyampaikan ucapan permintaan maaf jika dalam perjalan tidak nyaman karena saat ini Pemko Batam tengah membangun infrastruktur jalan. Katanya, Batam saat ini sedang mencoba menghidupkan sektor pariwisata mengingat industri tengah lesu.

“Batam tidak memiliki sumber pendapatan dari alam selain pajak dan retribusi. Diantaranya bersumber dari kunjungan wisatawan asing. Untuk meningkatkan orang datang ke Batam, kami membangun infrastruktur salah satunya jalan dan menyiapkan destinasi wisata,” jelasnya.

Hingga November 2018 jumlah kunjungan wisatawan asing ke Batam sudah mencapai 1.800.000 jiwa. Harapannya, hingga akhir tahun target kunjungan wisatawan asing 2 juta bisa tercapai. Selain infrastruktur yang disiapkan, Pemko Batam bersama dengan FKPD Kota Batam juga menyiapkan kondisi Batam aman dan nyaman.

“Jika kunjungan wisata hidup, itu salah satu yang meningkatkan PAD Kota Batam. Insyaallah pada tahun 2025 seluruh jalan utama di Kota Batam selesai dan ini termasuk dalam jalan yang terbagus di Indonesia. Karena sekat jalan yang kami bangun besar, lima sampai enam lajur,” katanya bangga.

Terkait MPP Kota Batam, sudah ditetapkan sebagai MPP percontohan dan telah diresmikan oleh Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin. Di MPP Batam terdapat 30 intansi yang tergabung dengan perizinan yang dilayani sebanyak 430 izin. Rudi mengatakan MPP ini sebagai salah satu bentuk kemudahan yang disiapkan Pemko Batam kepada investor yang ingin berinvestasi di Batam.

“Jika ada kemudahan yang diberikan tentu orang akan datang,” ucapnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Pemko Batam dengan Pemko Cimahi.(HP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here